Rabu, 24 Februari 2010

Plankton

CHRYSOPHYTA (BACILLARIOPHYCEAE) CHRYSOPHYTA (CHRYSOPHYCEAE & XANTHOPHYCEAE)

DIVISI CHRYSOPHYTA.
Nama Chrysophyta diambil dari bahasa Yunani, yaitu Chrysos yang berarti emas. Ganggang keemasan atau Chrysophyta adalah salah satu kelas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang ini berwarna keemasan karena kloroplasnya mengandung pigmen karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibandingkan dengan klorofil. Kloroplas ganggang ini berbentuk cakram, pita, atau oval.
Sel-sel ganggang keemasan memiliki inti sejati (eukarion), dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau kersik. Tubuh ganggang ini ada yang terdiri atas satu sel(uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Ganggang yang bersel satu bisa hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. Ganggang yang multiseluler berupa koloni atau berbentuk filamen. Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.
Ganggang ini ditemukan di air tawar, di laut, dan di tanah yang lembab. Alga ini digolongkan kedalam 3 kelas yaitu:
a.Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae).
b.Kelas alga keemasan (Chrysophyceae).
c.Kelas Diatom (Bacillariophyceae).
B. CIRI-CIRI
1.Pigmen, khlorofil a dan b, xantofil, dan karoten, klorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
2.Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam kloroplas.
3.Kloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
4.Sel berinti sejati, satu atau lebih.
5.Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
6.Dinding sel mengandung selulose.

Bentuk talus/struktur vegetatif
1.Uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
2.Uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
3.Koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
4.Koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
5.Palmeloid: Tetraspora sp.
6.Dendroid: Prasinocladus sp.
7.Berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp
8.Tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
9.Heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
10.Berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
11.Lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
12. Berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
13. Berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
C. PERKEMBANGBIAKAN
Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) dengan pembelahan sel, fragmentasi, pemisahan koloni, dan pembentukan spora (aplanospora atau zoospora).
Perkembangbiakan generatif (seksual) dengan konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami.
Bacillariophycae (Diatomae)
Diatomae banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Diatom sebagai plankton mempunyai peranan penting untuk perikanan karena fitoplankton di laut terdiri atas diatom. Bacillariophycae berarti bentuknya seperti batang (bacil). Tapi ada juga yang bentuknya tidak seperti batang, yaitu Surirella dan Biddulphia.
Habitatnya di dalam air sebagai fitoplankton, pada dasar perairan (yang masih dapat disinari) sebagai bentos atau menempel pada benda lain (hidup atau mati) sebagai perifiton. Dinding-dindingnya sangat keras dan tidak dapat membusuk atau larut dalam air, tetapi karena strukturnya poreus, dan terdiri dari tutup dan wadah yang membuka, amka enzim-enzim dapat melarutkan isi-isi sel diatom. Dindingnya juga tidak diliputi oleh lendir yang tebal. Diatom dimakan oleh ikan-ikan yang baru menetas dan juga oleh zooplankton seperti Calanus.
Pada umumnya, mendeterminasi diatom air laut agak lebih mudah daripada diatom air tawar, karena diatom air laut mempunyai setae yang spesifik bentuknya, sedangkan diatom air tawar harus melihat sculpture pada dinding-dindingnya. Navicula, spesies yang paling sederhana bentuknya kira-kira ada 100 spesies, tiap spesies ditentukan oleh faktor panjang-lebar dan macam-macam garis yang ada pada tutupnya (raphe side) atau sculpture yang ada di sisinya (lateral side atau girdle side). Navicula selalu terlihat mirip dengan bentuk perahu.
Terjadinya tanah diatom sebagai plankton di laut dan danau jika mati atau keluar dari tubuh segala macam konsumen akan mengendap di dasar laut atau danau dan berada di sana sampai jutaan tahun tanpa membusuk atau berubah struktur dindingnya. Dinding diatom mengandung 100% silikat, sehingga tidak dapat hancur atau busuk. Tanah diatom yang sudah tua, warnanya putih dan bersih dari detritus. Jika warnanya keabu-abuan, berarti tanah diatom masih muda, di antara spesimen-spesimen masih banyak terdapat detritus, sehingga perlu dibersihkan dulu sebelum digunakan untuk keperluan industri. Kegunaan tanah diatom adalah:

Bahan-bahan bangunan seperti bata dan genteng.
Bahan isolator karena tahan panas, dipakai dalam industri listrik dan sebagainya.
Sebagai absorban untuk dinamit.
Sebagai bahan kimia (silikat murni).
Untuk bahan campuran tapal gigi dan sebagainya.
Sebagai medium filter untuk kolam renang, air minum, tangki ikan, bir, wine, sirup, gula, kertas, cat, keramik, sabun, dan deterjen.
Sebagai alat penggosok untuk pasta gigi, amplas, dan facial scrub.
Sebagai insektisida karena dapat menyerap lemak lapisan terluar yang mengandung lilin dari eksoskeleton serangga.
Sebagai bahan hidroponik, pengganti tanah atau campurannya.




POTENSI FITOPLANKTON BACILLARIOPHYCEAE UNTUK MENYERAP EMISI KARBONDIOKSIDA (CO2) DI ATMOSFER DALAM UPAYA MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL
Isu lingkungan yang menjadi permasalahan internasional saat ini adalah pemanasan global (global warming). Pemanasan global disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca tersebut akan menyebabkan terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect). Gas rumah kaca terbesar adalah karbondioksida (CO2). Umumnya peningkatan CO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, pemakaian bensin dan solar pada kendaraan, pembuangan limbah pabrik, dan penggundulan hutan. Dampak dari meningkatnya CO2 di atmosfer antara lain: meningkatnya suhu permukaan bumi, naiknya permukaan air laut, anomali iklim, timbulnya berbagai penyakit pada manusia dan hewan.
Berbagai upaya dilakukan untuk menekan laju peningkatan emisi CO2 di atmosfer.  Upaya terbesar untuk mengatasi peningkatan emisi CO2 di tingkat internasional adalah dengan meratifikasi Protokol Kyoto (persetujuan internasional mengenai pemanasan global). Semua negara di dunia diwajibkan untuk mendukung terwujudnya Protokol Kyoto dengan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada. Salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi CO2 adalah lautan. Di dalam lautan terdapat berbagai organisme laut yang dapat menyerap CO2. Organisme laut yang dapat menyerap emisi CO2 diantaranya adalah fitoplankton. Fitoplankton merupakan organisme autotrof yang mempunyai klorofil sehingga dapat melakukan proses fotosintesis. Bacillariophyceae merupakan kelas fitoplankton yang mendominasi di suatu perairan. Indonesia mempunyai lautan yang luasnya mencapai 5,8 juta km2 sehingga keberadaan Bacillariophyceae di perairan Indonesia melimpah dan berpotensi besar untuk menyerap emisi CO2.
Data Departemen Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa laut Indonesia berpotensi menyerap CO2 sebesar 246,6 juta ton per tahun. Sebesar 40,4 juta ton CO2 di antaranya diserap oleh sebaran klorofil di perairan laut. Satu fitoplankton Bacillariophyceae berpotensi menyerap emisi CO2 di atmosfer sebesar 0,0256 mg CO2 per satu siklus fotosintesis. Di beberapa negara didunia sudah banyak  memanfaatkan fitoplankton untuk menyerap emisi CO2 seperti Jerman, Amerika Serikat dan Norwegia. Sedangkan di Indonesia belum mengoptimalkan potensi fitoplankton yang tersebar luas di perairannya untuk menyerap emisi CO2.
Upaya optimalisasi potensi fitoplankton Bacillariophyceae untuk mengurangi emisi CO2 di atmosfer adalah dengan mengoptimalkan lingkungan hidupnya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi serta manfaat fitoplankton Bacillariophyceae. Pemanfaatan fitoplankton Bacillariophyceae yang tepat diharapkan mampu mengurangi pemanasan global. Sebaiknya pemerintah dan masyarakat Indonesia bekerjasama melestarikan lingkungan hidup sehingga Indonesia dapat berperan besar dalam menekan dampak pemanasan global di masa mendatang.
Diatom berkembang biak melalui pembelahan diri dan konjugasi. Pada proses pembelahan diri, sesudah intinya menjadi dua tutup dan wadahnya mulai berpisah masing-masing membawa spora dari protoplasma. Sesudah itu masing-masing belahan membuat dinding baru begitu rupa sehingga dinding yang baru dibuat menjadi wadah-wadahnya. Dengan cara membelah diri ini, maka ada spesimen-spesimen baru yang besarnya selalu sama dengan induknya, akan tetapi ada spesimen-spesimen yang menjadi lebih kecil sampai ukuran terbatas. Spesimen-spesimen yang mencapai ukuran terkecil ini harus mengadakan konjugasi. Gumpalan protoplasma dari hasil bercampurnya 2 protoplasma ini membesar sampai ukuran protoplasma dari induknya semula dan sesudah itu protoplasma ini membuat hipoteka dan epiteka dengan ukuran-ukuran yang sama dengan induknya tadi.
Genus diatom yang penting darat, Surirella mempunyai sculpture yang indah, merupakan spesimen diatom air tawar yang terbesar. Ada spesies-spesies yang hidup sebagai plankton dan ada spesies-spesies yang merupakan bentos. Genus Gyrosigma dan Pleurosigma sering ditemukan sebagai bentos si tambang-tambang yang sudah dikeringakn dan diberi air untuk pertama kali.

Chrysophyceae
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura. Genus-genus yang mempunyai peranan penting ialah Coccolith spp., Synura spp., Chrysamoeba. Genus Coccolith berukuran sangat kecil (0,5 mm), berdinding kapur, dan dapat ditemukan sebagai tanah kokolit yang tebal pada dasar laut yang tidak begitu dalam, sebagai makanan ikan tidak begitu penting. Genus Synura merupakan koloni kecil yang terdiri dari sel-sel yang berflagel. Genus Chrysamoeba, bentuknya seperti Amoeba yang mempunyai sedikit klorofil dan hidup seperti Amoeba biasa, dapat mengambil makanan seperti Rhizopoda, tetapi cara hidupnya seperti spesies-spesies yang holofitik, jadi menurut sistematika tetap suatu saprofitik tipe dari Chrysophyceae.
Alga keemasan atau Chrysophyceae adalah salah satu kelas dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Alga ini berwarna keemasan karena kloroplasnya mengandung pigmen karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibandingkan dengan klorofil. Kloroplas ganggang ini berbentuk cakram, pita, atau oval. Nama "Chrysophyceae" diambil dari bahasa Yunani, yaitu Chrysos yang berarti emas.
Sel-sel alga keemasan memiliki inti sejati (eukarion), dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau kersik. Tubuh ganggang ini ada yang terdiri atas satu sel(uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Alga yang bersel satu bisa hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. Alga yang multiseluler berupa koloni atau berbentuk filamen.Ia daapat ditemukan di air tawar, di laut, dan di tanah yang lembab.
Contoh alga keemasan
Alga keemasan bersel tunggal
Ochromonas
Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 flagel sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti kloroplas yang berbentuk lembaran melengkung, vakuola, stigma, dan nukleus. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri.
Navicula sp
Alga ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Kersik merupakan komponen penting dalam plankton. Navicula sp hidup di air tawar dan di laut. Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe.
Perkembangbiakan Navicula sp:
Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri. Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian. Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup. Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru. Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya. Peristiwa ini berlangsung berulang kali.
Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru. Bila Navicula mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan dinamit, isolator, dan bahan gosok penghalus.
A keemasan berbentuk berkas
Vaucheria
Tubuhnya berupa benang bercabang-cabang dan tidak bersekat, memiliki inti sel banyak, dan menyebar. Vaucheria tumbuh melekat pada substrat dengan menggunakan alat yang berbentuk akar. Habitatnya di air tawar maupuan di air payau.
Perkembangbiakan Vaucheria:
Perkembangbiakan vegetatif Vaucheria berlangsung dengan pembentukan zoospora yang berkumpul dalam sporangium pada ujung filamen. Selanjutnya, inti di dalam sporangium membelah secara meiosis dan menghasilkan zoospora. Zoospora tersebut berinti banyak dan mempunyai flagel yang tumbuh di seluruh permukaannya. Setelah sporangium masak, zoospora akan keluar dan tumbuh menjadi Vaucheria baru.
Perkembangbiakan generatif Vaucheria berlangsung dengan pembuahan ovum oleh spermatozoid. Ovum dibentuk di dalam oogonium, sedang spermatozoid dibentuk dalam anteridium, keduanya terdapat pada benang yang sama (homotalus). Zigospora hasil pembuahannya akan membelah secara meiosis dan menghasilkan spora yang selanjutnya terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi alga baru.
Xanthophyceae
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru. Banyak genus ini yang saprofitik ialah Chloromoeba artinya amoeba yang berwarna hijau, dapat bergerak seperti amoeba biasa (protozoa) dan menangkap makanan dari lingkungannya. Stadia generatif seperti zoospora mempunyai 2 flagel yang tidak sama panjang dan bentuknya ada 2 macam, yaitu tinsel-type yang pada flagelnya ada rambut halus dan whiplash-type yang bentuknya seperti cambuk. Jenis Botryococcus hanya mempunyai 1 spesies yaitu Botryococcus braunii Kutz, merupakan kosmopolit, termasuk ordo Heterocapsinae dari kelas Xantophyceae. Spesies ini tidak menguntungkan bagi ikan, karena sukar dicerna.Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar